NABIRE, PT — HariannewsPapua.com, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMDO) se-Kota Nabire menyampaikan aspirasi terkait penanganan kasus bentrokan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 30 Maret hingga 2 April lalu.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung di Kantor DPR Papua Tengah, Senin (28/9/2026), dengan pengamanan dan pengawalan aparat gabungan TNI-Polri.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., bersama unsur TNI turut memantau langsung jalannya aksi untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib.
Massa aksi sebelumnya berkumpul di Asrama Dogiyai, Kalibobo, sejak pagi. Sekitar pukul 07.00 WIT, massa kemudian bergerak menuju kawasan Pasar Karang dan menyampaikan orasi sebelum melanjutkan perjalanan ke Kantor DPR Papua Tengah.
Setibanya di kantor DPR Papua Tengah, massa menyampaikan sejumlah aspirasi di halaman gedung wakil rakyat. Aspirasi tersebut berkaitan dengan perkembangan penanganan hukum atas insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai.
Kapolres Nabire mengatakan, aparat gabungan dari TNI dan Polri melakukan pengawalan untuk memastikan massa dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman.
“Kami dari Polres gabungan bersama rekan-rekan TNI, Brimob, dan Polda membantu mengawal aspirasi adik-adik kita sampai ke Kantor DPRP. Aspirasi telah diterima dengan baik dan kegiatan selesai sekitar pukul 12.00 WIT,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan menjaga situasi kamtibmas selama aksi berlangsung, sekitar 300 hingga 400 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan.
Personel tersebut disiagakan di lima titik strategis untuk mengamankan jalur pergerakan massa sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tertib.
Aksi IPMDO digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus mempertanyakan perkembangan penanganan hukum terkait insiden di Dogiyai yang sebelumnya mengakibatkan seorang anggota Polri meninggal dunia serta sejumlah warga mengalami luka-luka.
Meski diikuti puluhan massa, kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan damai. Setelah aspirasi diterima oleh pihak DPR Papua Tengah, massa kemudian membubarkan diri secara tertib.
Aparat gabungan TNI-Polri tetap melakukan pemantauan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dan situasi di sejumlah titik kembali kondusif. (Ros)











