Meki Nawipa: Enam Provinsi Tetap Satu Papua, Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Pembangunan

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIMIKA, PAPUA TENGAH – Hariannewspapua.com, Semangat persatuan di tengah pemekaran wilayah menjadi enam provinsi di Tanah Papua kembali ditegaskan Ketua Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua yang juga Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, saat menghadiri Forum Koordinasi Percepatan Pembangunan Papua dan Penguatan Implementasi Kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua di Hotel Horison Diana, Kabupaten Mimika, Senin (11/5/2026).

Di hadapan para kepala daerah, perwakilan pemerintah pusat, serta para pemangku kepentingan, Meki menekankan bahwa pemekaran daerah tidak boleh menghilangkan identitas dan semangat kebersamaan masyarakat Papua. Menurutnya, seluruh provinsi di Tanah Papua harus berjalan seiring dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Boleh enam provinsi, tetapi tetap satu Papua. Kita harus menyatukan hati, langkah, pikiran, dan tujuan agar masa depan Papua lebih baik daripada hari ini,” tegasnya.

Meki mengatakan, forum koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarpemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang masih dihadapi Papua. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, setiap tantangan diharapkan dapat dijawab dengan kebijakan yang tepat dan berpihak kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya oleh satu institusi. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, DPR Papua, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap program pembangunan dapat berjalan secara efektif.

“Percepatan pembangunan Papua memerlukan orkestrasi yang saling menguatkan. Semua pihak harus bekerja bersama agar setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Meki juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, seluruh program pemerintah harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara langsung.

Baca Juga:  Jaga Keamanan Persidangan ABH, Polres Nabire Berikan Pelayanan dan Pengamanan di PN Nabire

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Keuangan, atas dukungan terhadap percepatan pembangunan Papua melalui penguatan kualitas dan efektivitas program pada tahun 2026.

Namun demikian, Meki mengingatkan agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar dikelola secara efektif, transparan, dan bertanggung jawab.

“Jangan sampai Papua kaya sumber daya alam, tetapi tidak menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan dampak terhadap kesejahteraan rakyat,” katanya.

Selain pengelolaan anggaran, Meki juga mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran pemerintahan membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, transparan, dan mengedepankan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Hasil pembangunan harus dijaga dengan hati dan dilaksanakan dengan semangat melayani masyarakat,” tuturnya.

Menutup arahannya, Gubernur Papua Tengah berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang memperkuat implementasi kebijakan Otonomi Khusus Papua sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan pembangunan sehingga seluruh program dapat berjalan lebih akuntabel, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Terima kasih atas kebersamaan dan komitmen seluruh pihak yang hadir dalam forum ini untuk terus membangun Papua yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel hariannewspapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Bersama Lapas dan TNI Gelar Razia di Lapas Kelas IIB Nabire
Sat Resnarkoba Polres Nabire Gelar Perkara Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu
Harga Siri di Nabire Tembus Rp800 Ribu per Kilogram, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Arahan Presiden, Penertiban Kawasan Hutan Harus Tegas dan Transparan
PJU dan Kapolres Berganti, Kapolda Papua Tengah Minta Jangan Salahgunakan Wewenang
APBD Perubahan 2026 Dibahas, Gerindra Nabire Desak Anggaran Dongkrak Ekonomi Warga
Kapolres Nabire Turun Langsung Amankan Aksi Aspirasi Terkait Proses Hukum ABH
Bahas APBD 2025, GERINDRA Nabire Dorong Penguatan Ekonomi OAP dan Pemerataan Infrastruktur 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 06:35 WIB

Polres Nabire Bersama Lapas dan TNI Gelar Razia di Lapas Kelas IIB Nabire

Kamis, 17 September 2026 - 06:28 WIB

Sat Resnarkoba Polres Nabire Gelar Perkara Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Minggu, 13 September 2026 - 23:21 WIB

Harga Siri di Nabire Tembus Rp800 Ribu per Kilogram, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Minggu, 6 September 2026 - 01:36 WIB

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Arahan Presiden, Penertiban Kawasan Hutan Harus Tegas dan Transparan

Jumat, 4 September 2026 - 16:12 WIB

PJU dan Kapolres Berganti, Kapolda Papua Tengah Minta Jangan Salahgunakan Wewenang

Berita Terbaru