NABIRE, PT — Hariannewspapua.com, Harga buah siri di sejumlah pasar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengalami kenaikan cukup signifikan. Saat ini, harga siri dilaporkan mencapai sekitar Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut mulai dikeluhkan masyarakat. Siri menjadi salah satu komoditas yang cukup diminati warga lokal, terutama bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan mengunyah pinang dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi ini membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan siri. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kenaikan harga tersebut dan mengambil langkah untuk menjaga kestabilan harga di pasaran.
Seorang warga, Yuliana, mengatakan kenaikan harga siri saat ini cukup memberatkan. Menurutnya, harga siri sebelumnya masih relatif terjangkau, namun kini mengalami peningkatan yang cukup tinggi.
“Dulu harganya masih bisa dijangkau, tetapi sekarang sudah sangat mahal. Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi ini dan mencari solusi agar harga kembali normal,” ujar Yuliana saat berbelanja di salah satu pasar di Nabire.
Sementara itu, Markus, salah seorang pedagang, mengakui bahwa keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga siri mengalami kenaikan.
Menurut Markus, biaya distribusi yang cukup tinggi di wilayah Papua juga turut memengaruhi harga jual. Ketika pasokan dari daerah penghasil berkurang, harga komoditas di tingkat pasar ikut mengalami kenaikan.
Selain persoalan pasokan dan distribusi, kondisi cuaca juga disebut turut memengaruhi ketersediaan siri. Kemarau panjang dan fenomena El Nino yang terjadi di wilayah Nabire menyebabkan curah hujan menurun sehingga produksi siri di sejumlah kebun masyarakat ikut berkurang.
Penurunan hasil produksi tersebut berdampak pada berkurangnya pasokan siri yang masuk ke pasar. Kondisi itu kemudian mendorong harga jual di tingkat konsumen mengalami kenaikan cukup tajam.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga siri di sejumlah pasar serta mencari langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Warga juga meminta adanya upaya stabilisasi harga sehingga kenaikan tidak terus berlanjut dan semakin membebani masyarakat, khususnya warga yang menjadikan siri sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nabire terkait langkah yang akan dilakukan untuk merespons kenaikan harga siri tersebut. (Red)











