NABIRE — Hariannewspapua.com — Penyampaian aspirasi yang dilakukan kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026), berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Ratusan peserta aksi sebelumnya berkumpul di sejumlah titik, termasuk kawasan Sriwijaya dan Wadio. Massa kemudian bergerak secara long march menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRP) untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah isu regional.
Rangkaian kegiatan tersebut dimulai sejak sekitar pukul 07.00 WIT dengan titik konsentrasi utama di kawasan Pasar Karang. Sepanjang perjalanan menuju kantor DPRP, peserta aksi mendapat pengawalan dari aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.
Sebanyak 790 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman. Personel tersebut terdiri dari Polres Nabire, jajaran Polda Papua Tengah, Brimob Yon A, Satgas ODC, Satpol PP Provinsi Papua Tengah, serta unsur TNI dari Kodim, Korem, Zipur dan Lanal Nabire.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, harmonis dan terukur. Menurutnya, dinamika yang muncul selama kegiatan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan negosiasi.
“Semuanya boleh berjalan dengan tertib. Meskipun sempat ada negosiasi yang lumayan panjang, itulah dinamika di lapangan. Kita bersyukur seluruh perjalanan massa menuju kantor DPRP hingga membubarkan diri dapat berjalan dengan baik,” ujar Samuel seusai kegiatan.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan serta para koordinator lapangan aksi yang dinilai telah membantu menjaga situasi tetap kondusif.
Apresiasi turut diberikan kepada jajaran pimpinan Polda Papua Tengah atas arahan dan dukungan selama pelaksanaan pengamanan. Selain itu, anggota DPR Papua Tengah yang hadir dan menerima penyampaian aspirasi masyarakat juga mendapat apresiasi dari pihak kepolisian.
Menurut Samuel, penerapan pola pengamanan yang humanis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara demokratis.
“Pendekatan yang kita gunakan adalah pengamanan yang harmonis, humanis, dan terukur. Terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah menjaga kedamaian Nabire tetap kondusif,” katanya.
Setelah seluruh aspirasi disampaikan, massa secara bertahap membubarkan diri dengan tertib. Aparat gabungan tetap melakukan penjagaan di sejumlah titik hingga situasi kembali normal.
Pelaksanaan aksi tersebut menjadi gambaran bahwa penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara aman dan tertib melalui komunikasi, koordinasi serta kerja sama antara peserta aksi, pemerintah dan aparat keamanan. (Ros)











