Nabire Papua Tengah – Hariannewspapua.com, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penyelenggaraan Lokakarya PAUD BERMUTU bagi Pokja Bunda PAUD se-Provinsi Papua Tengah Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam membangun layanan PAUD yang berkualitas dan berkelanjutan.
Lokakarya dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Fredi Edowai, serta dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Tim Pendamping Profesional (TPP), dan seluruh Pokja Bunda PAUD dari kabupaten se-Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Fredi Edowai menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, kualitas pendidikan yang diterima anak pada masa awal kehidupan akan sangat memengaruhi perkembangan intelektual, karakter, kesehatan, hingga produktivitas mereka di masa depan.
“Investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas, aman, dan menyenangkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui penyelenggaraan PAUD di Papua Tengah masih menghadapi berbagai tantangan. Kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, keterbatasan akses layanan pendidikan, serta tingginya angka stunting di sejumlah wilayah menjadi persoalan yang harus ditangani melalui kerja sama seluruh pihak.
Karena itu, Fredi menekankan pentingnya penguatan layanan PAUD Holistik Integratif, yakni pendekatan yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak agar proses tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.
Ia menjelaskan, Pokja Bunda PAUD memiliki posisi strategis dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga keluarga untuk memastikan seluruh anak memperoleh layanan terbaik sejak usia dini.
Selama tiga hari pelaksanaan lokakarya, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan wawasan, tetapi juga mampu menyusun program kerja yang aplikatif sesuai kebutuhan daerah masing-masing.
“Hasil lokakarya ini diharapkan mampu menghasilkan program yang selaras antara pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, sekaligus memperkuat kapasitas Pokja Bunda PAUD dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” kata Fredi.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman, berdiskusi, dan saling belajar dari berbagai inovasi yang telah diterapkan di masing-masing kabupaten.
Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, namun juga memiliki berbagai praktik baik yang dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di seluruh Papua Tengah.
Di akhir sambutannya, Fredi menyampaikan apresiasi kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Tim Pendamping Profesional (TPP), para narasumber, serta seluruh peserta atas dukungan dan partisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap lokakarya ini mampu melahirkan berbagai rekomendasi dan langkah konkret yang dapat diterapkan secara berkelanjutan demi mewujudkan layanan PAUD yang semakin berkualitas, merata, dan inklusif di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Semoga lokakarya ini semakin memperkuat komitmen kita bersama untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh anak di Provinsi Papua Tengah,” tutupnya. (Red)











